Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Ketua BPD Balung Tutul Takut Pulang ke Rumah

ilustrasi gambar

Kepala Badan Perwakilan Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Samidi, menyatakan takut pulang ke rumah, pasca pemilihan kepala desa setempat yang berujung kisruh.

"Tolong keamanan saya dijamin, sehingga saya bisa pulang. Saya dan keluarga sudah jadi pengungsi," kata Samidi, dalam rapat dengar pendapat di DPRD Jember, Selasa (21/5/2013). Rapat ini melibatkan pejabat pemerintah daerah, anggota DPRD, camat, perangkat desa, hingga calon kepala desa yang memprotes hasil pilkades.

Di Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, panitia pilkades dinilai melakukan keteledoran. Kartu suara ternyata melebihi jumlah surat panggilan, yakni 6.044 berbanding 5.930 buah. Ada kelebihan 114 buah kartu suara. Kartu-kartu suara berlebih ini akhirnya dibakar dengan tujuan agar tak disalahgunakan.

Namun persoalan belum selesai. Saat rekapitulasi penghitungan suara, ternyata jumlah kartu suara yang dihitung, termasuk kartu suara tak sah, hanya 5.864 suara. Ada selisih 66 kartu suara yang tak ketahuan rimbanya. Ini tentu saja memicu persoalan, mengingat jumlah suara tertinggi yang diperoleh calon petahana dengan suara kedua terbanyak hanya terpaut 18 suara.

Baidowi, salah satu kandidat kades dengan perolehan suara kedua terbanyak, bersama kandidat lainnya di luar kandidat petahana memprotes hal tersebut. Namun tidak diperoleh jawaban memuaskan. Akhirnya, warga pendukung para kandidat yang kalah memutuskan menduduki kantor desa sejak Rabu (15/5/2013) hingga Senin (20/5/2013) pagi.

Kisruh ini membuat BPD kesulitan berkumpul untuk menetapkan hasil pilkades. Samidi yang dianggap tidak netral memilih pergi mengamankan diri. Ia takut terkena amuk massa.

Samidi menyatakan siap menggelar rapat BPD untuk menetapkan hasil pilkades. "Namun saya minta jaminan agar bisa berunding," katanya.

Baidowi mengatakan, tidak bisa memberi jaminan. "Peserta pilkades bukan hanya saya. Saya jangan diikut-ikutkan dengan ancaman terhadap panjenengan (Anda)," katanya.

Ketua Komisi A Jufriyadi meminta kepada Samidi agar tidak takut. "Kalau sampeyan (Anda) merasa terancam, lapor polisi. Tapi saya minta tolong, agar BPD netral dan jangan merugikan pihak manapun," katanya.

Jufriyadi meminta kepada Samidi agar menyampaikan ke Komisi A jika masih ada ancaman. "Kami ingin proses demokrasi ini bersih. Saya minta seluruh masyarakat Desa Balung Tutul menjaga agar situasi tetap kondusif. Desa Tutul ini desa percontohan," katanya.

Komunitas Airsoftgun Jember Peduli Hama Tikus


Patut mendapat ‘like’, seperti tanda jempol di jejaring social (facebook), JAR II (Jember Airsoftgun Regiment), komunitas airsoftgun Jember ini mengalihkan kegiatan permainannya dalam jenis tembak reaksi kearah yang lebih positif lagi dengan membantu para petani dalam mengatasi hama tikus yang memang lagi booming dalam beberapa musim tanam akhir-akhir ini.
“Berangkat dari kepedulian kami dengan apa yang dirasakan para petani saat ini. Saya pikir permainan tembak reaksi yang biasa kami mainkan, akan lebih bermanfaatkan lagi jika mengarah pada sasaran yang bergerak seperti tikus,” kata Didik Suharijadi salah seorang anggota JAR II ketika dihubungi.
Bersama sepuluh anggota JAR II lainnya, juga beberapa petani Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Selasa malam Didik mengapresiasikan kegiatan permainannya untuk membantu petani desa setempat, membasmi hama tikus di lahan mereka. “Juga sebagai langkah inovatif kami, memanfaatkan alat permainan (Airsoftgun, red), untuk membantu petani membasmi tikus,” imbuhnya.
Dikatakan, kegiatan ini, apalagi berasal dari sebuah komunitas social, semacam JAR II merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan. Untuk itu, kegiatan malam kemarin dijadikan sebagai observasi dalam kegiatan berikutnya. “Pengalaman pertama ini, akan kami gunakan dalam kegiatan berikutnya,” kata Didik lagi. Lebih dari itu, diperlukan juga pemahaman karakteristik hewan pengerat yang dijadikan obyek sasaran dalam kegiatannya.
Karena mesti pada malam hari, lanjut Didik airsoftgun harus disesuaikan lagi dengan kondisi lapangan, seperti menambahkan lampu yang bisa mengarah pada sasaran. Dengan penuh keyakinan, Didik juga menyampaikan bahwa setelah belajar dari kegiatan yang pertama kemarin, untuk kegiatan berikutnya akan lebih siap lagi. Bahkan akan datang lagi di lokasi yang sama dengan kekuatan anggota yang lebih banyak.
Didik berharap, kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal bagi komunitas airsoftgun, khususnya yang ada di Jember untuk berperan aktif membantu petani mengatasi hama tikus. Didik juga punya keyakinan, karena secara nasional wadah dari komunitas penggemar airsoftgun, yakni FAI (Federasi Airsoftgun Indonesia), kekuatan dan keahlian komunitasnya bisa diarahkan pada kegiatan semacam ini.
Bawon, salah seorang petani Desa Wonorejo yang malam kemarin turut serta bergabung dalam kegiatan itu, menyampaikan rasa senangnya, atas kepedulian komuitas ini pada petani yang saat ini sedang dihantui hama tikus. Dia berharap, kepedulian dalam mengatasi hama tikus tidak hanya datang dari komunitas airsoftgun saja.
“Nek akeh kelompok sing mbantu, jian modiar tenan tikus=tikus kuwi, (Kalau saja kelompok-kelompok yang lain turut membantu, pasti akan segera habis tikus-tikus itu, red),” kata Bawon, sambil menyampaikan ke beberapa rekan petani yang lain, bahwa komunitas airsoftgun (JAR II) akan datang lagi.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wajah jember - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger