“Berangkat dari kepedulian kami dengan apa yang dirasakan para petani saat ini. Saya pikir permainan tembak reaksi yang biasa kami mainkan, akan lebih bermanfaatkan lagi jika mengarah pada sasaran yang bergerak seperti tikus,” kata Didik Suharijadi salah seorang anggota JAR II ketika dihubungi.
Bersama sepuluh anggota JAR II lainnya, juga beberapa petani Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Selasa malam Didik mengapresiasikan kegiatan permainannya untuk membantu petani desa setempat, membasmi hama tikus di lahan mereka. “Juga sebagai langkah inovatif kami, memanfaatkan alat permainan (Airsoftgun, red), untuk membantu petani membasmi tikus,” imbuhnya.
Dikatakan, kegiatan ini, apalagi berasal dari sebuah komunitas social, semacam JAR II merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan. Untuk itu, kegiatan malam kemarin dijadikan sebagai observasi dalam kegiatan berikutnya. “Pengalaman pertama ini, akan kami gunakan dalam kegiatan berikutnya,” kata Didik lagi. Lebih dari itu, diperlukan juga pemahaman karakteristik hewan pengerat yang dijadikan obyek sasaran dalam kegiatannya.
Karena mesti pada malam hari, lanjut Didik airsoftgun harus disesuaikan lagi dengan kondisi lapangan, seperti menambahkan lampu yang bisa mengarah pada sasaran. Dengan penuh keyakinan, Didik juga menyampaikan bahwa setelah belajar dari kegiatan yang pertama kemarin, untuk kegiatan berikutnya akan lebih siap lagi. Bahkan akan datang lagi di lokasi yang sama dengan kekuatan anggota yang lebih banyak.
Didik berharap, kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal bagi komunitas airsoftgun, khususnya yang ada di Jember untuk berperan aktif membantu petani mengatasi hama tikus. Didik juga punya keyakinan, karena secara nasional wadah dari komunitas penggemar airsoftgun, yakni FAI (Federasi Airsoftgun Indonesia), kekuatan dan keahlian komunitasnya bisa diarahkan pada kegiatan semacam ini.
Bawon, salah seorang petani Desa Wonorejo yang malam kemarin turut serta bergabung dalam kegiatan itu, menyampaikan rasa senangnya, atas kepedulian komuitas ini pada petani yang saat ini sedang dihantui hama tikus. Dia berharap, kepedulian dalam mengatasi hama tikus tidak hanya datang dari komunitas airsoftgun saja.
“Nek akeh kelompok sing mbantu, jian modiar tenan tikus=tikus kuwi, (Kalau saja kelompok-kelompok yang lain turut membantu, pasti akan segera habis tikus-tikus itu, red),” kata Bawon, sambil menyampaikan ke beberapa rekan petani yang lain, bahwa komunitas airsoftgun (JAR II) akan datang lagi.